Semarak Tanaman Hias

Tak hanya menjadi penghias rumah, beberapa tanaman juga bisa membuat dompet Anda lebih tebal.

Tak ubahnya pakaian, tanaman hias juga mengenal tren. Produk terkini yang dikeluarkan oleh ‘rumah mode’ selalu saja sigap direspons penggemarnya. Ketika sedang digandrungi, kerap kali harganya tak lagi rasional. Apa yang kini sedang berjejal di pasaran?Ragam tanaman hias belakangan makin banyak. Itu pula yang menyebabkan tak ada satupun tanaman yang dijamin menyedot perhatian seluruh pecinta tanaman hias. Tiap penggemar punya pilihannya masing-masing.Meski begitu, para pemula umumnya tertarik pada tanaman yang berbunga, seperti Adenium. Begitu makin paham, mereka beranjak menjadi kolektor. ”Pada tahap ini, yang mereka incar adalah bunga dan bonggol tanaman,” cetus Ahmad Dahlan Kandi dari Indonursery, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Saat pengetahuan mereka bertambah luas, kolektor pemula pun makin serius menekuni hobinya. Di tahap ini, yang dicari mereka menjadi lebih spesifik. ”Entah Adenium berdaun merah atau kuning,” imbuh Ahmad. Adenium merupakan tumbuhan yang paling bagus dikoleksi untuk pemula. Adenium bisa memuaskan dahaga mereka akan keindahan sebatang pohon. ”Bisa dibilang, Adenium merupakan pohon yang keindahannya lengkap. Dari segi bunga sampai ke akar,” komentar Ahmad.

Untuk pemula, Adenium jenis Harry Potter cocok untuk dimiliki. Jika pertumbuhannya normal, dalam enam sampai tujuh bulan, ia akan berbunga. ”Jenis ini bisa terus berbunga sepanjang tahun dengan masa tunas sekitar dua hingga tiga minggu,” Ahmad menguraikan.

Selain Adenium, Aglaonema juga masih ramai diperbincangkan. Yang satu ini disukai banyak orang lantaran daunnya. ”Ini tanaman tak berbunga,” papar Ahmad yang mengelola http://www.kebonkembang.com.

Bagi yang menyukai keindahan daun, Caladium juga patut ditengok. Ini merupakan sejenis keladi yang variasinya makin banyak. ”Phyloderon juga jenis tanaman nonbunga yang banyak peminatnya,” ucap Ahmad. Adakah yang paling merajai bursa tanaman hias? Tentu ada. ”Apalagi kalau bukan Anthurium. Di Senayan Flona Expo 2007 lalu, harganya melambung tanpa ada standarnya,” tutur Ahmad.

Baru tapi lama
Sebetulnya, sejumlah tanaman hias yang tengah digandrungi sudah ada sejak dulu. Hanya saja, masyarakat belum melihatnya sebagai barang koleksi. ”Variasi tiap tanaman memunculkan peminat,” jelas Ahmad. Dulu, Aglaonema merupakan tanaman yang mudah ditemui di taman-taman. Tanaman sri rezeki merupakan cikal bakalnya. ”Tanaman asli Indonesia ini lantas banyak dibiakkan di luar negeri dan dijual kembali ke sini,” ungkap Ahmad yang per bulannya mengimpor sekitar 600 biji Aglaonema.

Siapa sangka harga Anthurium bisa melambung. Padahal, bagi sebagian orang, tanaman ini biasa-biasa saja. ”Begitu jenisnya makin banyak namun sedikit dalam jumlah, orang berlomba memilikinya,” ujar Ahmad.

Begitu pula dengan Sansiviera. Tanaman pedang-pedangan, seperti lidah mertua, yang pada zaman dahulu kerap ditanam di dekat pagar rumah itu kini harganya merangkak naik. ”Sekarang harganya jutaan rupiah,” tutur Ahmad.

Yang mungkin paling tak dikira bakal menjadi tanaman hias bernilai ialah puring. Tanaman ini paling sering tumbuh menghijaukan kompleks pemakaman. ”Sekarang, jenis kura dan walet terus bertambah peminatnya,” kata Ahmad.

Tanaman sejatinya memang untuk ditumbuhkan di luar ruang. Meski begitu, ia juga bisa ‘naik pangkat’ ke dalam rumah. Tetapi, tak semua jenis cocok untuk menghijaukan ruang.

Sebagai alternatif, letakkan saja Aglaonema di ruang rumah Anda. Namun, seminggu sekali, jangan lupa membiarkannya bermandi cahaya matahari. Selain Aglaonema, Phyloderon juga dapat ditempatkan di ruangan. ”Jika ingin mendapatkan khasiat antioksidan, Sansiviera paling difavoritkan oleh pehobi,” Ahmad menandaskan.

Aneka tanaman hias tadi semuanya ditanam di dalam pot. Tanaman berpot ini sekaligus menjadi solusi menghias rumah yang berdiri di lahan yang terbatas. ”Siapa tahu dari hobi, Anda malah bisa mempertebal dompet,” komentar Ahmad.

Kendati demikian, Ahmad menyerukan agar masyarakat tak asal mengikuti tren. Terlebih, jika memang tak begitu berminat pada tanaman hias. ”Selain menghamburkan uang, sayang tanamannya. Bisa mati sia-sia,” cetusnya. Benar juga! (rei)

Sumber : http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=299341&kat_id=340

1 Comment »

  1. 1
    bambang Says:

    Pak Ini apa Bisa Menggantikan Peran Jemani Dan gelombang Cinta yang sekarang sedang mengalami kemorosotan


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: