Arsip untuk Januari 2008

Tani Kota : Tanaman Puring

Januari 18, 2008

Bentuk Daunnya Indah dan Variatif

Bentuk dan warna daun Puring yang eksotis, membuat jenis tanaman yang satu ini memiliki prospek ekonomi di masa depan.

Saat ini, perhatian masyarakat pecinta dan kolektor tanaman hias masih tertuju pada Anthurium. Uang puluhan hingga ratusan juta rupiah bukan persoalan untuk mendapatkan jenis tanaman hias tersebut. Maka, tak heran pada calo dan makelar tanaman jenis ini pun tumbuh subur laksana rumput di musim hujan.
Baca entri selengkapnya »

Iklan

Puring Naik Daun, Perlu Hak Paten

Januari 18, 2008

Oleh : Fehmiu Rovitavare

Kabarindonesia – Jogja, Perkembangan dan penjualan tanaman hias yang semakin marak di tahun 2007 menjadi fenomena bagi masyarakat Indonesia. Tanaman daun jenis Anthurium masih menjadi favorit dibanding lainnya. Namun secara perlahan akan tersingkir oleh Puring yang mulai naik daun.
Baca entri selengkapnya »

Daun Tanaman Puring Efektif Serap Timbal

Januari 18, 2008

Hasil Penelitian UII

YOGYAKARTA – Pohon Puring merupakan tanaman yang memiliki daun paling baik dalam menyerap unsur plumbum (Pb/timah hitam/timbal) yang bertebaran di udara terbuka (2,05 mgr/liter).
Baca entri selengkapnya »

Puring “KURA-KURA” VS Puring “KERUPUK”

Januari 2, 2008

(Gambar)

Puring “KERUPUK” atau dapat juga disebut Puring NIRWANA adalah jenis tanaman puring asli indonesia yang tampilan warna & keindahannya tidak kalah dengan jenis puring kura-kura dari thailand, lombinasi warna merah, merah muda, kuning, hijau, dan unggu dapat ditemukan pada warna daunnya yang solidkarakter daun kaku, tebal seperti plastik dengan posisi pertumbuhan daun seperti terbalik (kebalikan dari puring kura-kura). Jenis puring ini keberadaannya sudah termasuk langka / sulit di temui. Bahkan dalam pameran flora jarang kita dapat menemukannya.

Sumber :

http://legacy.indonetwork.co.id/603999/puring-kura-kura-vs-puring-kerupuk.htm


Beberapa Jenis Puring

Januari 2, 2008
Warna Warni Puring

Corak dan warna daunnya sangat beragam. Bisa digunakan sebagai pagar tanaman atau tampil di pot pun cantik. Meski belum sepopuler kamboja kuburan atau aglaonema, diyakini tanaman ini banyak diminati orang karena keragaman corak dan warnanya.
KLIK - Detail

Setelah kamboja, tanaman lain yang kerap disebut sebagai tanaman kuburan adalah puring. Sama seperti kamboja, di mata awam, puring pun kerap dipakai untuk menandai letak makam seseorang di tanah pemakaman. Padahal, kini kedua tanaman tersebut sudah “naik daun”.Puring (Codiaeum variegatum) atau croton termasuk keluarga Euphorbiaceae, dan banyak dicari orang. Keindahan tanaman ini terletak di variasi warna dan besar kecilnya serta corak daunnya (bintik-bintik, garis, dan lain-lain). Warna daunnya amat beragam, mulai hijau kekuningan, orange, sampai merah cenderung ke ungu. Biasanya, semakin tua usia tanaman, warnanya semakin menonjol. Bahkan, dalam satu tanaman bisa memiliki dua atau tiga warna, semisal merah, hijau, dan kuning. “Bentuk daunnya pun sangat banyak, ada yang berbentuk huruf Z, burung walet, keriting spiral dan banyak lagi,” tutur Heri Syaefudin, landscaper dari Gonku Landscape and Stock Plant.KLIK - Detail Tanaman ini amat banyak jenisnya. Bahkan Heri berani menyebutkan di tempatnya saja ada sekitar 50 jenis puring. Tanaman ini termasuk tanaman yang bisa terkena matahari secara langsung. Cocok sekali dipadu padankan untuk landscape. “Karena warnanya beraneka ragam, kalau dipakai untuk landscape bisa membentuk massa warna.”

Ketinggian puring bisa mencapai 5 meter. “Tapi ditanam di pot juga bisa. Perbanyakan biasanya dilakukan dengan stek dan cangkok. Bisa ditanam di-border dengan sekelompok tanaman lain, atau soliter tampil sendiri,” papar Heri yang menyebut puring sebagai tanaman yang gampang dirawat. “Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan, sehari sekali ketika musim panas. Medianya pun tanah seperti tanaman lain pada umumnya. Bisa juga dicampur dengan pupuk dan pasir.”

KLIK - Detail Penyakit yang menghinggapi puring biasanya semut atau kutu putih. Untuk membasminya, tinggal disemprot saja dengan pembasmi serangga.

Untuk ke depannya, Heri yakin prospek puring akan semakin berkembang. Karena selain cantik dipandang, tanaman ini juga cepat tumbuh dan tidak terlalu menuntut perhatian tinggi dalam merawatnya. “Semoga puring juga bisa diterima orang, seperti orang menerima kamboja jepang,” tandasnya penuh harap.

KLIK - DetailSerap Gas Beracun
1. Dapat dipakai sebagai pagar hidup pembatas antara halaman rumah dan jalan.
2. Jika terkena sinar matahari tampilan puring akan makin cantik, cerah, dan menawan.
3. Selain lidah mertua, sri rejeki, dan pandan bali, ternyata puring juga mampu menyerap gas beracun dengan berbagai kapasitas rendah hingga sedang.
4. Tanaman puring aslinya berasal dari wilayah Maluku.
5. Kegunaannya sebagai tanaman obat, antara lain rebusan daun hijau yang sudah tua dipakai untuk mandi dan diminum untuk menurunkan demam. Rebusan akar digunakan sebagai obat pencahar.

Puring koleksi: Gonku Landscape and Stock Plant, Jl. Raya Ciputat Parung Km 30 Sawangan, Depok (0811 140543).

KLIK - Detail  KLIK - Detail 
Noverita K. Waldan
FOTO-FOTO: Faduli Barbathully

Sumber : http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=12738